Hugo Ekitike Menggila, Liverpool Bungkam Lawan 2-0 di Anfield
Liverpool sukses mengamankan tiga poin penting saat menjamu lawannya di Stadion Anfield dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tensi. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setia, The Reds menang dengan skor 2-0 berkat penampilan impresif Hugo Ekitike yang menjadi bintang utama pertandingan.
Pertandingan baru berjalan satu menit ketika Anfield langsung bergemuruh. Liverpool membuka keunggulan melalui gol cepat Hugo Ekitike. Berawal dari skema serangan agresif sejak kick-off, Joe Gomez mengirimkan umpan terukur yang mampu dimanfaatkan Ekitike dengan penyelesaian dingin. Gol kilat ini membuat Liverpool langsung berada di atas angin dan memaksa tim tamu keluar dari zona nyaman mereka.
Setelah gol pembuka tersebut, tempo permainan berjalan tinggi. Liverpool tampil menekan dengan intensitas tinggi, sementara tim tamu mencoba merespons lewat penguasaan bola dan serangan balik cepat. Beberapa peluang sempat tercipta dari kedua sisi, namun belum ada yang berbuah gol tambahan.
Petaka sempat menghampiri Liverpool pada menit ke-26. Mohamed Salah harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat cedera setelah menerima tekel keras. Absennya Salah tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi publik Anfield, mengingat perannya yang sangat vital dalam lini serang The Reds. Meski demikian, Liverpool tetap mampu menjaga struktur permainan dan tidak kehilangan kontrol.
Babak pertama juga diwarnai permainan keras. Gomez D. diganjar kartu kuning pada menit ke-45+3 setelah melakukan pelanggaran kasar. Akibatnya, sang pemain dipastikan absen pada pertandingan berikutnya. Hingga turun minum, Liverpool tetap unggul 1-0, meski laga berjalan cukup seimbang.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua tim sama-sama meningkatkan agresivitas, yang berujung pada sejumlah pelanggaran. Lewis Dunk menerima kartu kuning pada menit ke-59 akibat pelanggaran keras, dan kembali membuat suasana pertandingan memanas.
Hanya berselang satu menit, Liverpool kembali menunjukkan efektivitas mereka. Hugo Ekitike mencetak gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-60. Kali ini, ia memaksimalkan umpan dari Mohamed Salah dalam proses serangan sebelum akhirnya penyelesaian akhir dilakukan dengan sangat tenang. Gol tersebut semakin mengukuhkan dominasi Liverpool dan membuat keunggulan menjadi 2-0.
Setelah gol kedua, Liverpool bermain lebih sabar. Jurgen Klopp melakukan sejumlah rotasi dengan memasukkan nama-nama seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Federico Chiesa guna menjaga keseimbangan tim sekaligus mengamankan keunggulan. Di sisi lain, tim tamu juga merespons dengan memasukkan Mitoma, Welbeck, hingga James Milner untuk menambah daya gedor.
Namun hingga menit-menit akhir pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta. Beberapa peluang sempat hadir, namun rapatnya pertahanan dan penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan. Peluit panjang akhirnya dibunyikan, menandai kemenangan Liverpool di kandang sendiri.
Dari sisi statistik, pertandingan ini menunjukkan betapa ketatnya laga yang terjadi. Liverpool mencatatkan 49 persen penguasaan bola, sedikit kalah dari tim tamu yang menguasai 51 persen. Namun dalam hal agresivitas, Liverpool lebih unggul dengan 18 tembakan, sementara lawan hanya mampu melepaskan 14 percobaan. Nilai expected goals (xG) pun hampir identik, yakni 1,89 untuk Liverpool dan 1,90 untuk tim tamu, menandakan duel berlangsung seimbang meski skor akhir berpihak pada tuan rumah.
Pertandingan ini dipimpin oleh wasit asal Inggris, Chris Pawson, yang mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk meredam permainan keras. Laga digelar di Stadion Anfield yang berkapasitas 61.276 penonton, dengan jumlah kehadiran mencapai 60.429 orang, menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Liverpool untuk menjaga momentum di kompetisi. Selain itu, performa gemilang Hugo Ekitike menjadi sorotan utama, dengan dua gol yang membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak. Meski harus kehilangan Mohamed Salah karena cedera, Liverpool tetap menunjukkan kedalaman skuad dan kedewasaan dalam mengelola pertandingan hingga akhir.